Talk Show Bersama Alumni : Bangkitnya Kaum Nabi Luth

Rabu, (02/06/2021) Direktorak kepesantrenan Universitas Darussalam mengadakan Talk Show dengan tema “Bangkitnya Kaum Nabi Luth” di masjid Universitas Darussalam GONTOR. Pemateri pada kali ini di isi oleh Al-Ustadz Henri Shalahuddin. MIRKH. Ph.D (Peneliti Gender). Acara di hadiri oleh semua mahasiswa Universitas Darussala Gontor yang di laksanakan setelah Shalat Isya. Acara berjalan dengan lancar dan hikmah dengan materi yang sangat menarik, dan peserta talk show yang sangat interaktif dengan memberikan berbagai macam pertanyaan yang begitu unik dan menarik.

Dengan tema Bangkitnya Kaum Nabi Luth atau lebih akrab kita kenal dengan istilah LGBT ini pemateri menerangkan bahwa Pada 1987, terdapat lebih kurang 30.000 transeksual di seluruh dunia, 10.000 di antaranya diyakini tinggal di Amerika Serikat. Beberapa fenomena yg terjadi di kalangan transeksual: Terdapat kurang lebih ¾ dari transgender yg memakai baju lawan jenis (cross-dressing) dan tdk melakukan operasi kelamin. Tetapi mereka berperan sepenuhnya sebagai anggota jenis kelamin lain. Anehnya, mereka perlu waktu bertahun – tahun untuk memutuskan operasi kelamin. Artinya, mereka pun sebenarnya ragu-ragu untuk mewujudkan apa yang diyakininya itu (terperangkap kedalam tubuh yg salah).

Banyak laki-laki yang menjadi wanita transeksual memakai pakaian dan berperilaku feminin secara berlebihan. Mereka bersolek dan memakai pakaian yg lebih rumit berbanding kebanyakan wanita. Hal ini menandakan bahwa peran yang overly feminine dari perempuan transeksual yang menyelisihi takaran wajar perempuan normal bukanlah sifat yang alami, tapi cenderung sebagai acting dan sandiwara. Dalam kasus operasi ganti kelamin, semakin feminin perilaku pemohon (calon transeksual), maka semakin besar kemungkinan disetujuinya permintaan operasi tersebut. Dengan mengamati keberagaman dan tingkat ekspresi femininitas, maka sebenarnya perilaku transgender tidak bisa dikatakan sbg ‘takdir’.

Di dalam ISLAM Fenomena LGBT hadir pada kisah kaum nabi luth yang menyukai sesama jenis yang terdapat pada Al-Qur’an Surat Al-‘Araf ayat 80-81 :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّن الْعَالَمِينَ.  إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاء بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُون

Artinya : Dan (Kami juga telah mengutus) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).

Makna al-fahisyah      : Homoseks, yaitu tindak kejahatan yg melampaui batas akhir keburukan (al-sayyi’ah al-mutamadiyah fi l-qubhi). Tafsir al-Kasysyaf (Zamakhsyari, w. 538H/ 1143M)

ata’tuna l-fahisyata      : Bentuk pertanyaan yg bersifat pengingkaran & membawa konsekwensi yg sangat besar.

Perbuatan fahisyah tersebut tidak pernah dilakukan siapapun sebelum kaum Nabi Luth. Maka jangan mengawali bid’ah ma’ashi. Artinya dalam pandangan ISLAM merupakan tindakan yang dilaknat Allah SWT dan pernah terjadi jaman Nabi Luth as. Bahkan dalam al-Qur’an difirmankan sebagai perbuatan yang melampaui batas dan akan diazab dengan azab yang sangat pedih baik di dunia maupun di akhirat.Anak dan remaja merupakan objek yang mudah disasar dengan perilaku LGBT. Oleh karena itu sangat diperlukan menyisipkan materi akhlak dan implementasi nilai-nilai ibadah melalui kehidupan berkeluarga secara sehat. Jika dibiarkan maka akan menjadi bahaya dan ancaman penyakit psikis serta moral bagi generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *