KKN UNIDA Gontor putri; UNIT USAHA MIE AYAM HARMONY GONTOR PUTRI 2

Unit usaha mie ayam Harmony adalah salah satu unit usaha yang terdapat di Pondok Pesantren Gontor Putri kampus 2, yang sebagai salah satu orientasi ekonomi protektif yang ada di pondok pesanter Gontor Putri kampus 2. Unit usaha Mie Ayam Harmony berlokasikan di sebelah selatan Masjid Abbas Tholib Gontor Putri 2 dibawah bangunan yang sederhana dengan fasilitas yang sederhana pula, juga dapat terbilang cukup dalam proses produksi dan penjualan.

Unit usaha ini baru berdiri 3 tahun yang lalu yaitu pada tahun 2019 dengan dibantu oleh 3 orang karyawan dalam proses produksi dan beberapa staf dari kelas 5-6 dalam proses penjualannya. Untuk mie yang dibutuhkan dalam proses produksi didistribusikan langsung dari Yayasan Gontor, oleh karena itu menu yang diproduksi oleh unit usaha Mie Ayam Harmony terjamin kualitas, kehalalan dan keamanan untuk dikonsumsi.

Selain dari aspek bahan pokok yang berkualitas dan terpercaya, dalam proses produksi para kayawan juga memperhatikan kebersihan selama proses produksi. Dalam proses pengemasan para karyawan juga sudah mulai menggunakan sarug tangan plastik dan tidak menyentuh makanan secara langsung, yang sudah merupakan standar minimal dari SOP untuk menjaga makanan agar tetap steril.

Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri Kampus 2 juga merupakan lembaga pendidikan dengan pendidikan karakter yang berorientasi pada seluruh alam pendidikan yang ada di pesantren dengan Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) sebagai sistem pendidikan yang sistematis dan terorganisir, mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi para santri-wati selalu disuguhi dengan pendidikan.

Oleh karena itu unit usaha Mie Ayam Harmony tidak hanya sekedar sarana orientasi dari ekonomi protektif yang ada di Gontor Putri Kampus 2 saja. Unit usaha Mie Ayam Harmony juga merupakan salah satu sarana pendidikan bagi santri. Misalnya ketika staf yang diambil dari kelas 5-6 melihat para karyawan dan guru penanggung jawab Mie Ayam Harmony tersebut mengalami permasalahan berupa bahan untuk produksi habis, keterlambatan pendistribusian barang yang diperlukan dari distributor dan beberapa permasalahan lainnya yang dihadapi di unit usaha tersebut.

Maka mereka para staf melihat bagaimana para karyawan dan guru penanggung jawab unit usaha mencari jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi, juga ketika para staf menghadapi permasalahan seperti sedikitnya pembeli melalui pengamatan dan pengalaman dapat melatih kemampuan berpikir konstruktif mereka bagaimana mereka mengatasi permasalahan yang ada. Melalui apa yang mereka lihat dan tugas yang diberikan pada mereka, baik secara sadar maupun tidak sadar karakter dan kemampuan berpikir konstruktif telah terbentuk sedemikian rupa sehingga ketika para santri mengalami suatu permasalahan dikemudian hari, mereka dapat menyelesaikan permasalahannya dimasa mendatang. (Sabtu, 30 April 2021)

KKN Kel. 39

Penulis : Rahma Hidayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *