KKN UNIDA PUTRI “PEMBUATAN RANCANGAN SISTEM PENCAPAIAN HAFALAN GUNA MEMINIMALISIR ANGKA RAWAN CEKAL “

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Putri Mantingan terasa berbeda dengan KKN sebelumnya yang dilaksanakan di luas kampus. KKN tahun ini menamakan  sebagai “KKN TEMATIK“ karena harus mengambil tempat pengabdian pada mitra di sekitar kampus. Hal ini disebabkan karena beberapa alasan yang mengharuskan KKN tersebut di laksanakan di dalam kampus.

Salah satu model pelaksanaan yang digunakan dalam KKN tematik ini yaitu mahasiswi berhak untuk menentukan Mitra atau objek  yang ingin dijadikan  sebagai tempat pengabdiannya dalam KKN atau Kuliah Kerja Nyata kali ini. Objek pengabdian masyarakat yang bisa diambil oleh para mahasiswi adalah seluruh unit usaha dan lembaga-lembaga yang terdapat di dalam UNIDA itu sendiri.

Budaya tahfidz menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan oleh mahasiswi  khususnya mahasiswi UNIDA dalam menghafal Al- Qur’an yang dilaksanakan pada setiap kamis malam. Yang mana dalam pelaksanaannya kegiatan ini berada dibawah kendali dari pada markaz Qur’an. Markaz Qur’an sendiri merupakan lembaga  di dalam UNIDA yang bertanggung jawab atas kewajiban hafalan seluruh mahasiswi UNIDA dan segala hal dan kegiatan yang berkaitan dengan al-Qur’an.

Dalam setiap semesternya mahasiswa sudah diberikan batas minimal hafalan untuk memenuhi target hafalan  yang akan dijadikan sebagai bukti tanggung jawab Mahasiswi terhadap hafalannya, hafalan tersebut akan diujikan pada tanggal yang sudah ditentukan. Lebih tepatnya, ujian tahfidz tersebut dilaksanakan sebelum diadakannya UAS, dikarenakan nilai tahfidz merupakan salah satu syarat bagi Mahasiswi untuk dapat mengerjakan UAS.

Dengan demikian dalam pengabdian ini dibuatlah rancang sistem guna untuk mempermudah bagi markaz Qur’an Sendiri dalam pendataan hafalan mahasiswi agar lebih valid dan efesien sehingga prediksi  terhadap mahasiswi rawan cekal akan dapat teratasi jauh lebih awal dengan demikian penanggulangannya pun dapat dengan maksimal.

Salah satu alasan mengapa kami mengambil rancang sistem Algoritma Decision Tree karna dengan model ini adalah salah satu model yang sangat simple sehingga pengambil keputusan akan lebih mengintepretasikan solusi dari pada permasalahan yang insyaAllah tepat digunakan dalam memprediksi hafalan mahasiswi. (Selasa, 27 April 2021)

KKN KEL. 81

Penulis : Rifdha Adhla Salsabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *