KKN UNIDA Gontor; Inovasi Pengoahan Limbah Kulit Kentang menjadi Kerupuk

Pastinya tidak asing lagi dengan olahan makanan berbahan dasar kentang. Olahan kentang yang sangat populer adalah kentang goreng, keripik kentang, kentang isi, mashed potato, prekedel kentang, dan masih banyak lagi. Kentang dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi karena kentang dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat. Kentang juga memiliki kandungan gizi seperti karbohidrat, serat, kalium, protein, antioksidan, folat, vitamin B6, dan vitamin C. Pengolahan kentang yang beraneka ragam dan memliki daya tarik tersendiri bagi penggemarnya, menjadikan limbah kulit kentang semakin banyak ditemukan.

Unit Usaha UNIDA menyediakan produk kentang goreng dan produk ini sangat digemari oleh konsumen. Meningkatnya produksi kentang goreng menyebabkan melimpahnya limbah kulit kentang yang terbengkalai sia-sia. Kelompok 1 KKN Tematik 2021 UNIDA Gontor mengusulkan untuk membuat olahan produk pangan dari kulit kentang agar dapat mengurangi limbah tersebut.

Kulit kentang mengandung nutrisi:

  1. Serat dan protein yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
  2. Kandungan vitamin yang cukup melimpah, seperti Vitamin C, A, B1, B2, B3, B6, B9, dan B12
  3. Mineral

Karena megandung beragam nutrisi, kulit kentang bermanfaat bagi kesehatan untuk menyehatkan system pencernaan, memelihara kekuatan tulang, mengendalikan tekanan darah, dan memelihara imunitas. Kandungan nutrisi pada kulit kentang mendukung gagasan kelompok 1 KKN tersebut untuk diaplikasikan kedalam produk bahan pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Produk kulit kentang yang dibuat adalah kerupuk kulit kentang.

Gambar 1. Kemasan Rapi dengan isi yang berkualitas

Cara membuatnya cukup mudah.

  1. Pertama-tama dicuci kentang sampai bersih tanpa meninggalkan sisa-sisa tanah, kemudian kentang dikupas dan pisahkan kulit kentangnya.
  2. Kulit kentang dicuci kembali kemudian ditiriskan dan dijemur.
  3. Setelah kulit kentang kering, dihaluskan menggunakan blender sampai berbentuk potongan kecil.
  4. Disiapkan tepung tapioca ¼, gula, garam, bawang putih, ebi, dan lada sebagai bahan-bahannya.
  5. ¼ tepung tapioca dicampurkan dengan 3 sendok makan kulit kentang kering, dan ditambahkan bumbu-bumbu tersebut.
  6. Diaduk hingga tercampur merata dan ditaung air panas untuk menguleni adonan tersebut.
  7. Adonan dibentuk tabung memanjang dan kemudian direbus.
  8. Setelah direbus, kemudian ditiriskan selama 1 hari.
  9. Dipotong bulat tipis-tipis seperti bentuk kerupuk.
  10. Potongan tersebut dijemur selama 2 hari dan kemudian bisa digoreng.

Perlu diperhatikan dalam pengolahan adonan kerupuk kulit kentang harus menggunakan air yang sangat panas, karena dapat mempengaruhi tekstur adonan yang menjadi tidak kalis. Pemotongan adonan yang telah direbus juga berpengaruh terhadap kekerasan tekstur kerupuk kulit kentang. Semakin tipis potongan adonan, maka akan semakin lebar dan renyah ketika digoreng.

Tidak hanya sampai di kerupuk kulit kentang yang original, kelompok 1 KKN UNIDA Gontor  berinovasi dalam cita rasa agar menarik minat konsumen dengan varian rasa seperti, pedas dan rasa ebi.  Diharapkan produk ini dapat menjadi alternatif dalam mengurangi limbah kulit kentang dan dapat meningkatkan keuntungan bagi Unit Usaha UNIDA.

 

KKN Kel. 1

Penulis: Shakina Noviradevi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *