KKN UNIDA PUTRI FOKUSKAN PENINGKATAN PROGRAM TAHFIDZ UNTUK MENGURANGI ANGKA REMEDIAL TAHFIDZ

Ada yang baru dari KKN UNIDA Gontor tahun dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu diterapkannya KKN Tematik 2021 pertama kali di internal kampus dan pesantren Gontor dan beberapa cabangnya. KKN Tematik UNIDA Gontor tahun ini mengusung tema “Kepesantrenan, Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Pengembangan Bahasa Untuk Berkhidmah Bagi Bangsa di Era Pandemi 2021”, yang diikuti diikuti oleh 922 mahasiswa dengan pembagian 533 dari kampus putri dan 389 dari kampus putra. KKN kali ini menuntut para mahasiswa untuk mampu menyusun program yang kreatif dan inovatif, yaitu berupa program yang mampu memberikan sumbangsih secara konkrit bagi lingkungan pesantren dan kampus UNIDA Gontor.

Dibutuhkan kecerdasan, keterampilan, pengetahuan, serta soliditas kelompok dalam mencapai tujuan secara optimal. Kepekaan mahasiswa terhadap lingkungannya diasah dan diuji dalam program pengabdian masyarakat kali ini, seperti; penataan dan perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat, pengembangan kelembagaan masyarakat, penciptaan karya seni dan olah raga, dan lainnya.

Kelompok 55 kampus putri adalah salah satu kelompok yang berkontribusi dalam peningkatan program Universitas Darussalam Gontor melalui mitra Markaz Qur’an. Metode yang ditawarkan adalah implementasi program One Day One Ayat yang memiliki sasaran target ½ halaman setiap pekan dengan ketentuan ziyadah ayat ba’da shubuh dan muroja’ah ayat ba’da maghrib. Target tersebut dihitung dari target hafalan mahasiswi dalam 1 semester, yaitu ½ juz (setengah semester 3 halaman, 1 bulan 1 halaman, 1 pekan ½ halaman). Mengingat tahfidz al-Qur’an tidak bisa dilaksanakan dalam satu kali waktu, maka perlu diadakan monitoring dan evaluasi program ½ halaman untuk setiap pekan yang dilakukan oleh Markaz Tahfidz secara terus menerus. Maka dengan program yang kami tawarkan, diharapkan dapat membantu meminimalisir angka mahasiswi yang tidak lulus tahfidz dan tercekal tahfidz saat UAS.

Dengan aktifitas mahasiswa yang padat, membutuhkan dibuatnya sistem yang menunjang terlaksananya program tahfidz dengan baik sesuai target yang ditentukan. Program zona tahfidz terkendala oleh disiplin mahasiswi dalam mengikuti program. Oleh sebab itu, diperlukan adanya Pendampingan Program Kontinuitas Evaluasi Pekanan Zona Tahfidz Dalam Meminimalisir Mahasiswi Remedial Tahfidz Di Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri, salah satunya melalui integrasi antara Zona Tahfidz sebagai pelaksana harian dengan Markaz Tahfidz sebagai think tank program tahfidz di UNIDA Gontor

Kegiatan tanpa monitoring dan evaluasi pastinya tidak akan mampu terlaksana dengan baik dan optimal, dari sinilah program ini dibutuhkan untuk membumikan al-Qur’an di UNIDA Gontor meskipun di tengah-tengah aktifitas padat mahasiswa. Walaupun terlihat sederhana, namun metode hamilul qur’an akan dapat menjadi revolusi kebijakan penurunan angka remedial dan membantu sebuah program pendampingan evaluasi pekanan program zona tahfidz secara kontinyu dan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menghafal Al-Qur’an.

Jika hal ini dilakukan di UNIDA secara efektif, maka diharapkan dapat menurunkan angka remedial tahfidz. Perubahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa namun prodi dan para jajaran dosen secara komprehensif. Perlu adanya kontinuitas dan konsistensi dari berbagai pihak supaya program tahfidz di UNIDA Gontor tidak hanya menjadi program formalitas sebagai syarat mengikuti UAS, tapi menjadi program yang dapat membiasakan masyarakat di lingkungan UNIDA Gontor terus bersentuhan dengan Al-Qur’an, untuk kemudian menjadi sebuah kebiasaan sebagai Hamilul Qur’an. Jika program ini dapat terwujud dengan baik, maka dapat dilanjutkan dengan program internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pribadi seluruh civitas akademika UNIDA Gontor sebagai Kampus Pesantren yang bermutu dan berarti sebagaimana dicita-citakan oleh Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Salah satu aktivitas di Universitas Darussalam Gontor adalah menghafal Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan untuk menyempurnakan petunjuk-petunjuk Allah agar dapat meraih kebahagian hidup di dunia maupun diakhirat. Al-Qur’an ialah pedoman bagi setiap kehidupan manusia, sejak alam kandungan hingga kembali menghadap Allah.

Karena Allah sangat menyukai hamba-Nya yang gemar membaca Al-Qur’an, Allah akan mengirim malaikat untuk menemani dan memberikan rahmat kebaikan kepada hamba-Nya, sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yaitu: “Orang-orang yang hebat dalam membaca Al-Qur’an akan selalu ditemani para malaikat pencatat yang paling dimuliakan dan taat pada Allah SWT dan orang tua yang terbata-bata membaca Al-Qur’an lalu bersusah payah mempelajarinya maka dia akan mendapat dua kali pahala”.[1]

Disebutkan juga dalam Q.S. 15 ayat 19 dan Q.S. 54 ayat 17, 22, 32 dan 40, bahwasanya Al-Qur’an disebut sebagai dzikir yang dijamin otensitas dan kemudahan dalam menghafalkannya. Mendengarkan bacaan Al-Qur’an dapat menggetarkan dan menguatkan iman bahkan para jin termat takjub dan mengakui peran serta petunjuk AL-Qur’an.

Keutamaan lainnya yang diperoleh para penghafal Al-Qur’an adalah mendapatkan mahkota kemuliaan atau tahjul karomah yaitu mahkota yang terbuat dari cahaya, selama mereka beriman kepada Allah dan tidak melakukan dosa besar. Semua keutamaan tersebut jelas mengesankan bahwa penghafal Al-Qur’an memiliki keistimewaan di mata Allah. Setiap amalan ayatnya mampu merubah kehidupan manusia bahkan mampu mewarnai dunia dengan capaian pengetahuan tertinggi.[2] Senin, 19 April 2021.

(KKN 2021, Kelompok 55)

Sumber:

[1] https://zakat.or.id/keutamaan-membaca-quran/

[2] Adi Hidayat, Muslim Zaman Now: Metode At Taisir 30 Hari Hafal Al-Qur’an, (Bekasi: Institut Quantum Akhyar, 2018), h. 8-9.

Penulis: Nurul Aisyah

Editor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *