Mengenal Ekonomi Islam Lebih Dekat Melalui “Trees Growing Finance”

Mantingan – Diklat Ekonomi Islam (DEI) Part 2 merupakan rentetan acara yang terdapat didalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Acara kali ini diselenggarakan di kelas terbuka yang akan membahas tentang Mengenal Ekonomi Islam melalui “Trees Growing Finance” dipaparkan oleh Al-Ustadz Miftahul Huda, M.E selaku pembimbing KSEI di UNIDA Putri. (12/10) Acara yang berlangsung di kelas terbuka Granada ini dihadiri oleh seluruh anggota KSEI maupun FoSSEI. Mereka yang akan mengembangkan kemajuan kajian-kajian ekonomi berbasis rabbani. Dengan pelatihan dan kajian dapat menambah pengetahuan lebih luas untuk mengenal organisasi kegiatan daripada acara tersebut. [caption id="attachment_1641" align="aligncenter" width="725"] Pelaksanaan kajian bersama Usadz Miftahul Huda, M.E[/caption] Pada Umumnya masyarakat Indonesia mengenal Ekonomi Islam terbagi menjadi 2 yaitu Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro. Apabila ekonomi makro merupakan kajian tentang aktivitas ekonomi suatu negara. Sedangkan, ekonomi mikro merupakan kajian tentang tingkah laku  individual dalam ekonomi. Kedua jenis ekonomi tersebut dapat menentukan sikap pemikiran setiap individu. Maka,jati diri seseorang harus bisa mensesuaikan antar keduanya. Adapun beberapa masalah yang mempengaruhi ekonomi makro, yaitu uang, pasar, kebijakan moneter serta terjadinya inflasi.

Pengenalan Lebih Luas Tingkatan Hutang di Indonesia

Berapa tingkat hutang Indonesia ke negara lain? Negara apasih yang dikenal sebagai negara kreditor terbesar bagi Indonesia? Seperti yang kita ketahui, Negara China lah yang terkenal sebagai negara kreditor terbesar bagi Indonesia. Namun pada kenyataannya, menurut CNBC Indonesia & Warta Ekonomi, data per 17 Juli 2020, Negara yang dikenal sebagai kresitor terbesar bagi Indonesia adalah Singapura. Karena, nilai hutang Singapura mencapai US$ 72,4 milliar sebanyak 99% , dari total Utang Luar Negeri (ULN) Republik Indonesia (RI) ke Singapura merupakan ULN milik swasta. Sedangkan Jepang sebanyak US$ 28,9 milliar, dengan rincian pemerintah US$ 12,1 milliar dan swasta US$ 16,8 miliar. ULN Indonesia terhadap Amerika Serikat mencapai US$ 26,6 miliar hampir disumbang pihak swasta 97% dari total. Dan terakhir China mencapai US$ 1,78 milliar dan ULN pihak swasta US$ 18,3 milliar sehingga total ULN Indonesia US$ 20,1 milliar. Utang Luar Negeri Indonesia tercatat sebesar US$ 409,7 milliar pada Juli 2020. Nilai itu setara dengan Rp. 6.003 trilliun dengan asumsi kurs JISDOR pada akhir periode yang sama Rp. 14.603 per dolar AS. Rinciannya hutang pemerintah dank bank sentral sebanyak US$ 201,8 milliar serta hutang swasta US$ 207,9 milliar. Pertumbuhan tahunan (yoy) ULN swasta juga lebih besar (6,1%) dibandingkan pemerintah dan bank (2,2%). Menurut berita resmi statistik (2020), Pertumbuhan Ekonomi Indonesia mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) turun hingga -5,32%. “Faktor penyebab penurunan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia ialah covid-19 sehingga menyebabkan peningkatan konsumsen untuk berbelanja online” ujar Al-Ustadz Miftahul Huda dalam menanggapi permasalahan ekonomi di Indonesia ini. Tingginya angka hutang Indonesia terhadap negara lain dikarenakan semakin meningkatnya kegiatan importir di Indonesia dari barang luar negeri, yang mana hal ini disebabkan karena minimnya komoditas di Indonesia. “Ketika dia mempunyai barang yang langkah maka akan dia akan menghimpunnya. Ketika suatu ssat barang tersebut akan dibutuhkan maka dia akan mengeluarkan barang tersebut dan menjualnya dengan harga yang tinggi . Maka, akan terjadinya Buble Economy” ujar Al-Ustadz Miftahul Huda . [caption id="attachment_1637" align="aligncenter" width="650"] Ustadz Miftahul Huda, M.E ketika memapaparkan materi pada kajian.[/caption] Harapan besar dari adanya literasi ini, kita sebagai penerus generasi bangsa agar mampu berperan aktif untuk menyelematkan perekonomian Indonesia nantinya agar Negara Indonesia terbebas dari tumpukan hutang serta dapat menjadi negara maju. Penulis: Fitra Amalia Editor: Admin

2 Replies to “Mengenal Ekonomi Islam Lebih Dekat Melalui “Trees Growing Finance””

  1. Assalaamualaikum. wr. wb
    apakah ada beasiswa khusus tahfidz untuk masuk UNIDA jenjang S1 ( Putri ). Terima kasih Wassalaamualaikum. WR.WB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *