KKN UNIDA GONTOR Putri; Menyulap Limbah Plastik Menjadi Paving Block dengan Sejuta Manfaat

Hingga saat ini, penumpukan sampah masih menjadi problematika umum yang terjadi di berbagai daerah.  Banyak orang yang bersikap acuh tak acuh dengan adanya sampah di sekitar lingkungannya, sehingga tercipta lingkungan hidup yang kurang baik dan berdampak buruk bagi kesehatan. Dari berbagai jenis sampah yang menumpuk, sampah plastik merupakan jumlah terbesar yang sering kita hasilkan. Bagaimana tidak, sampah plastik banyak kita gunakan di berbagai transaksi seperti pasar, supermarket, minimarket, hingga transaksi online yang sering kita lakukan. Padahal, sebagaimana yang kita ketahui, sampah plastik dapat diolah menjadi berbagai olahan yang bermanfaat dalam kehidupan kita.

Seperti pot bunga, tempat pensil, karpet, payung, tas, dan berbagai olahan kerajinan tangan lain yang sering kita temui. Sulitnya penguraian sampah plastik, merupakan salah satu alasan yang membuat sampah plastik berakhir sia-sia di tumpukan Tempat Pembuangan Akhir.

Terlaksananya KKN tematik Unida Gontor yang berjalan selama 2 pekan, telah meghasilkan beberapa solusi dari berbagai permasalahan masyarakat di dalam Pondok. Terjadinya penumpukan sampah yang terjadi di lingkungan Pondok Modern Gontor Putri 2, membuat salah satu kelompok KKN Tematik UNIDA GONTOR berinovasi dalam pelaksanaan pengolahan sampah plastik dengan melakukan pengoptimalan pengolahan sampah plastik menjadi paving block.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Bagian Bersih Lingkungan Gontor Putri 2 yang merupakan mitra kerja dalam kegiatan ini. Pengolahan paving block ini dapat mengurangi penumpukan sampah yang terjadi di tempat pembuangan akhir sekitar Gontor Putri 2.

Berikut tahapan yang bisa dilakukan dalam pengolahan sampah plastik menjadi paving block:

  1. Pengumpulan plastik disetiap tempat menjadi satu, serta pemilahan sampah plastik yang dapat diolah diantaranya: kantong plastik, ember plastik, botol plastik, dll. Hindari plastik yang mangandung aluminium karena akan menghambat proses pembakaran.
  2. Sampah plastik yang sudah dipilah, dimasukkan kedalam kuil atau tempat besar yang berbahan besi atau seng.
  3. Setelah itu, masuk pada proses pembakaran. Pembakaran terhadap sampah plastik di dalam kuil menggunakan kayu bakar dan api yang membara.
  4. Selama proses pembakaran, campurkan sedikit pasir dan solar didalamnya serta aduk merata.
  5. Setelah sampah plastik, solar, dan pasir tercampur merata, tutup kuil hingga plastik benar-benar meleleh. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam pembakaran.
  6. Setelah sampah plastik meleleh dengan sempurna, masukkan adonan paving ke dalam cetakan, tunggu sekitar 20 menit dengan melakukan pressing menggunakan alat press paving.
  7. Setelah paving dingin, keluarkan paving dengan memukul-mukul cetakan ke tanah, dan paving siap digunakan.
  8. Kita dapat mengkreasikan paving tersebut dengan berbagai jenis maupun warna.

Selain itu, penggunaan peralatan yang lengkap seperti masker dan sarung tangan juga sangat penting dalam pengolahan sampah plastik ini. Agar pernafasan kita tetap baik, dan menghindari kulit melepuh akibat panasnya api. Mengingat bahwa proses ini dilakukan berhadapan langsung dengan api yang membara.

Paving block yang sudah jadi ini memiliki tekstur yang kuat dan tidak mudah hancur saat dibanting. Tidak hanya itu, pengolahan sampah plastik menjadi paving block dibuat kelompok 82 KKN ini menjadi berbagai variasi warna seperti biru, hijau, dan orange.

Paving block warna yang dihasilkan ini membawa beberapa manfaat dalam kenyataannya. Seperti meningkatkan kualitas kebersihan dan kenyamanan lingkungan, menjadikannya sebagai taman yang indah, serta dapat mengurangi pengeluaran pondok  dalam membuat hiasan di berbagai event.

KKN Kel. 82

Penulis; Putri Royhanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *