Penerapan Metode Make a Match, Pengabdian Masyarakat melalui KKN Tematik UNIDA Gontor

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu rangkaian kegiatan akademik yang sejalan dengan Tri Dharma perguruan tinggi. Selain melatih mahasiswa yang berjiwa sosial kegiatan KKN di UNIDA Gontor menjadi  syarat utama sebelum menempuh tugas akhir skripsi. Namun, dengan adanya pandemi yang mempengaruhi seluruh tatanan masyarakat  maka KKN tahun ini diterapkan dengan sistem yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. KKN Tematik dijadikan alternatif dalam menyikapi pandemi, selain itu sistem tersebut merupakan sistem perdana yang diterapkan di UNIDA Gontor, dengan harapan dapat memberikan dampak yang tak kalah masif  bagi masyarakat sekitar.

KKN Tematik diberdayakan bersama beberapa mitra menyesuaikan tema yang dipilih mahasiswa. Mitra tidak lain objek yang mendapat perlakuan sebagai masyarakat untuk pengabdian masyarakat. Dalam keberlangsungan program, kelompok 83 menerapkan KKN bersama Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurussalam yaitu pada siswa kelas 2.

Dengan anggota KKN Fidela Devi Yolanda (PBA  6), Khairunnisa Ramadhaniah (MB 6), Khairunnisa Hadji Ali (PBA 6), Noor Cahyaningrum (TI 6), dan Siti Aisyah (PAI 6) yang mana dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan al-Ustadzah Alia Syahida, M.Ag dalam berjalannnya kegiatan. Berangkat dari permasalahan, bahwa mitra mengalami kesulitan dalam menghafal kosakata karena kurangnya minat dalam mempelajari bahasa Arab. Sehingga pengusul memanfaatkan peluang melalui kegiatan KKN untuk memberikan kontribusi solutif bagi mitra.

Penerapan metode Make a Match menjadi terobosan dalam menyikapi permasalahan mendasar MI Nurussalam Dadung, Sambirejo, Mantingan,  Ngawi. Dengan mengaitkan kartu menjadi berpasangan, masing masing siswa diberi kartu berupa gambar maupun kosakata untuk dipasangkan. Dengan penerapan metode selama dua pekan, terdapat perubahan yang direpresentasikan melalui nilai rata-rata uji post-test sebesar 7,1.

Besar harap  pengusul, bahwa metode ini dapat menjadi kaca perbandingan dan tindak lanjutan kegiatan belajar mengajar yang akan datang. Meninjau secara mutlak, bahwa pendidik selalu dituntut kreatif, inovatif, dan solutif dalam menyikapi tantangan pendidikan. Sejalan dengan, at-thoriiqotu ahammu min al-maddah, al-maddatu ahammu min al-mudaris, wa ruuhu al mudaris ahammu min mudarris nafsahu (metode pembelajaran lebih penting daripada materi pembelajaran, materi pembelajaran lebih penting daripada pendidik, dan ruh seorang pendidik lebih penting daripada pendidik itu sendiri). (Selasa, 27Apirl 2021)

KKN Kel. 83

Penulis: Fidela Devi Yolanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *