Mengamalkan dan Menjaga Al-Qur’an; Seminar Quantum Qur’an

Markaz Qur’an UNIDA Gontor telah mengadakan kegiatan tahunan yaitu Qur’ani Camp. Kegiatan ini berlandasakan visi dan misi Markaz Qur’an sendiri. Berjalan kurang lebih 2 minggu dalam kegiatan ini Mahasiswi di latih bagaimana cara menadabburi Al-Qur’an dengan baik dan benar.   Dimulainya acara dengan pembukaan Qur’ani Camp oleh Al-Ustadz Andi Triawan, M.A selaku ketua Markaz UNIDA Putri.

Kegiatan telah dirancang oleh panitia dengan sebaik mungkin, diantaranya Riayadhoh Jismiah, Ruhiah, dan Badaniah. Mahasiswi pada kegiatan Qur’ani Camp ini di latih untuk membentuk kepribadian yang mandiri, bertanggun jawab, muslimah sholihah, dan Hafidzah. Dengan adanya acara inilah inspirasi membentuk miliu yang bermutu.

Pada kegiatan selanjutnya penutupan yang dilangsungkan di Gedung Pascasarjana lantai 3 dengan pembicara Ustadz Suharto, M.Pd menjelaskan bahwa “Petunjuk bagi manusia yang menjaga dan mendekat kepada Al-Qur’an, karena jika interaksi kita dengan alqur’an baik maka kehidupan kita akan membaik dan siapapun yang melibatkan sesuatu dengan al-qur’an maka akan mendapatkan keberkahan, bukan lagi kita yang mencari berkah namun berkah yang mengikuti kita.”

Alquran pedoman bagi seluruh umat islam, “innahadza-l qur’an yahdi hiya aqwan” bagaimana pun kondisi kita, jika kita kembali kepada al-Qur’an, maka dia akan kuat. Mungkin saja banyak ilmu bumi yang hebat, seperti kedokteran, fisika, kimia, bagaimana pun hebatnya.. namun jika tidak kembali Al-Qur’an maka itu tidak ada apa-apanya (nihil). Banyak cara agar kita dekat dengan Al-Qur’an dan Tafsir. Karena telah diterangkan dalam Al-Qur’an:

“walaqod yassarna-l quran lidzikri”. Al-Qur’an saling berkaitan satu dengan yang lainnya, antara ayat satu dengan ayat yang lainnya.

Menghafal dan Menjaga Isi Kandungan Al-Qur’an

Menghafal hukumnya fardhu kifayah dan barang siapa yang terlanjur punya hafalan, maka hukum menjaga adalah wajib. Ibarat orang yang mempunyai mutiara namun ia lengah ia akan kehilangan mutiara dalam genggamannya. Orang yang mempunyai satu halaman, kemudian mengulangi setiap menit itu lebih baik dari pada orang yang mempunyai hafalan Al-Qur’an banyak namun tidak mengulang-ngulang, disitulah terjadinya zona keberkahan. Jika kita menjaga Al-Qur’an maka Al-Qura’n akan menjaga kita. Pesan beliau (Ustadz Suharto) sebelum mengkahiri seminar tersebut beliau mengatakan “Menghafal tanpa muraja’ah bagaikan Jasad tanpa Ruh”.

Penulis: Naila Nahdlia Ifada/ Mahasiswi PAI 4

4 Replies to “Mengamalkan dan Menjaga Al-Qur’an; Seminar Quantum Qur’an”

  1. memang recomended banget sih buat kuliah d unida putri, salah satu alasannya karena d kampus ini ad zona Al-Qur’an di bawah naungan markaz Qur’an yg sllu nge-cas iman dengan kegiatan2nya, senang bisa dipertemukan dengan ahlul qur’an:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *