BERJIWA KOMPETITIF (AL- USTADZ M. KHOLID MUSLIH, M.A )

Rabu pagi, 25/10/2020, Zona Al-Qur’an Universitas Darussalam Gontor mengadakan Kajian rutinnya yang kali ini di isi oleh Al- Ustadz M. Kholid Muslih, M.A. Pada Kajiannya beliau berpesan tentang Jiwa yang Kompetitif, Adapun Point – Point yang terkandung dalam kajian beliau sebagai berikut :

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Arti: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.s Al Baqarah :148)

Jangan sampai dalam istabiqul khoirat/kompetisi jangan curang dan tidak objektif, tapi harus seportif. karena biasanya dalam tastabiqul khairat agar sampai duluan berlaku curang, seperti pemilu, lomba, iklan, dll. Sebagi contoh Seperti iklan sabun batang, colek, dan bubuk.

Yang penting hidup ini ternyata pertarungan, perlombaan, atau kompetisi. Gak bisa kita bilang yang yang penting sampai, karena yang lain ngejar, kalau santai kita gak dapat. Bahkan kata bisa man Mardigu siapa yang kuat bisa ambil semuanya. Karena kecenderungan manusia itu rakus, dan kehidupan ini kompetisi. Dan yang menang itu selalu 1tidak 2, dan antara yang 1dan yang 2 kadang perbedaan itu detik. Kadang dalam setengah detik dan antara hadiahnya perbedaan yang sangat besar. Jangan rela kecuali kita menjadi pemenang dalam segala hal kebaikan.

Semua itu banyak dalam Islam, seperti janji dalam2 ibadah. Sebagai mana pahala dalam shaf yang pertama, kita diajari untuk tasabuk dalam segala hal. Hidup ini adalah pertarungan apa lagi kalau kita sudah berhadapan dengan Al iman dan Al kufr. Kalau kita tidak menyadari hidup adalah kompetisi maka kita akan ditindas. Karena terkadang orang mengambil hak orang lain.

Tadak cukup menjadi orang baik dan sampai tujuan, tapi harus yang paling baik. Saya menjadi yang paling baik hafalannya, IPK nya, terbaik dalam segala hal. Orang yang unggul adalah orang yang punya kehasadaran bahwa kehidupan ini adalah kompetisi. Bahkan disurga antara  derajat dengan yang lainnya baina sama i war Ardi. Bahkan bahkan ketika anda beradoa mintalah yang paling tinggi, karena kita berkompetisi untuk mendapatkan yang paling tinggi.  Tapi hati2 jangan sampai dirasuki iri dan dengki. Sederhanya dia susah ketika kawan, ia senang dan bahagia ketika kawannya susah. Setiap orang diberi potensi masing-masing maka kita berkompetisi dengan kemampuan masing2.

ولما وجهة…الخ

jangan kau kira Allah tidak ada dimana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *