UKM KSEI; Merajut Ukhuwah dalam Dakwah Bernuansa Ilmiah melalui FoSSEI

Mantingan_ Universitas Darussalam Gontor kampus putri telah mengadakan kegiatan pada acara Diklat Ekonomi Islam (DEI). Acara tersebut merupakan rentetan untuk pengkaderisasian menjadi anggota KSEI dan FoSSEI yang didalamnya terdapat tentang pengenalan keilmuan, orientasi keorganisasian, serta skill dasar.

Acara yang berlangsung di gedung Aula ILKES (Ilmu Kesehatan) UNIDA Gontor putri ini dihadiri oleh para pembimbing serta dosen-dosen organisasi dari pada acara tersebut. salah satunya Ustdzah Ely Windarti Hastuti, M.Sc., Ak

Ustadzah Ely sedang memaparkan materi kajian FOSSEI

Dengan adanya FoSSEI dan KSEI, cita-cita ekonomi Islam harus selalu senantiasa diperjuangkan untuk menghadirkan suatu tatanan ekonomi yanng berkeadilan, egaliter dan berperadaban yang dijiwai nilai-nilai keIslaman. Membumikan Ekonomi Islam di era modern ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, memperjuangkan tujuan-tujuan tersebut kader-kader FoSSEI haruslah setia pada ajaran-ajaran Islam dengan memohon petunjuk dari Allah SWT dan berjuang untuk pembebasan fakir miskin dan kaum tertindas.

https://dema.unida.gontor.ac.id/2020/10/11/unida-gontor-putri-adakan-pelantikan-pengurusan-ksei-berkhidmat-kepada-bangsa-dan-negara-melalui-ekonomi-rabbani/

PENGERTIAN dari pada FoSSEI

Apasih itu FoSSEI? FoSSEI merupakan organisasi yang tercipta dari akumulasi ukhuwah dari semua KSEI-KSEI yang telah terbentuk. Peranan FoSSEI sebagai lembaga mediasi ukhuwah antar KSEI sama seperti sebuah lidi yang membentuk sapu yang kokoh. KSEI menjadi pondasi utama berkembangnya FoSSEI untuk membangun ekonomi Islam dalam peradaban.

Sehingga kualitas KSEI yang ada di seluruh Indonesia akan menunjukkan kualitas FoSSEI sebagai salah satu poros penggerak ekonomi Islam. Sementara, kualitas FoSSEI menjadi representasi kualitas dakwah ekonomi Islam di tingkat mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan KSEI harus menjadi bagian dari program utama FoSSEI dalam dakwah ekonomi Islam.

Kini terdapat 96 Kelompok Studi Ekonomi Islam di 15 Regional dari jumlah mahasiswa yang di Indonesia +-3.500.000 orang. Tujuan dari terbentuknya FoSSEI adalah tercapainya komunikasi yang efektif antar mahasiswa yang peduli dalam pengembangan dan pengkajian ekonomi Islam serta terwujudkannya wahana aktualisasi diri secara kolektif sebagai wujud peranan mahasiswa dalam pengembangan wacana ekonomi Islam dalam tataran teorI dan aplikasi.

“Pengurus itu adalah orang yang dapat menyelesaikan permasalahan dengan sendirinya. Apabila belum selesai dengan dirinya sendiri, bagaimana bisa membawa orang lain?” ujar Ustadzah Ely Windarti Hastuti, M.Sc., Ak dalam pembekalan keorganisasian ini.

Tidak ada kata usai untuk menjadi anggota FoSSEI, setelah alumni menjadi anggota FoSSEI terdapat komunitas baginya yang disebut sebagai KA-FOSSEI (Korps Alumni FOSSEI). KA-FOSSEI merupakan wadah bagi para alumni kelompok-kelompok studi ekonomi Islam (KSEI) yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI).

Penyerahan Penghargaan oleh Ketua KSEI kepada ustdzah Ely Ely Windarti Hastuti, M.Sc., Ak

Hingga akhir tahun 2017, telah terlebih dari 160 KSEI tergabung di FOSSEI baik yang berada di PTN, PTS maupun PTKIN-PTKIS dan pada tahun 2004 telah dinisiasi pembentukan KA-FOSSEI di Bandung berdasarkan rekomendasi alumni KSEI disebuah kedai kopi di Jakarta pada tahun 2003 . Harapan dari adanya Diklat Ekonomi Islam ini adalah agar lebih mengenal tentang FoSSEI khususnya serta untuk merekatkan tali silaturrahim antar anggota serta mengoptimalkan peran professional para anggota pada umumnya.

Semoga adanya kegiatan FoSSEI dan KSEI di UNIDA Gontor putri ini dapat menjadi salah satu inspirasi baru dalam wadah ladang dakwah Ekonomi yang berbasis rabbani, serta dapat menjadi ajang silaturahmi untuk Mahasiswi-mahasiswi lainnya. (11/10)

Penulis : Fitra Amalia (EI/5)

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *