Unida Discussion Club, membahas isu wabah Covid-19 mulai dari Pandemik sampai dengan Konspirasi

Suasana Unida Discussion Club
Dalam rangka meningkatkan intelektual, Mahasiswa perlu mengelola pemikiran mereka dalam wadah diskusi. Terutama diskusi sendiri juga merupakan wadah aspirasi pemikiran Mahasiswa untuk memahami secara mendalam mengenai fenomena yang sedang terjadi. Pada Kamis malam (08/03), Department Riset dan Diskusi DEMA mengundang Mahasiswa dalam Unida Discussion Club. Acara yang bertempat di Lantai 1 Gedung Utama tersebut bertujuan untuk memacu kembali ghirah diskusi Mahasiswa. Dimana selama masa pandemi, suasana keilmuan di banyak Universitas hampir hilang dan tidak begitu terlihat meskipun diadakan secara online.

Reyhan Riza selaku panelis yang juga berperan sebagai musisi dalam memeriahkan UDC

Tema yang diangkat dalam Unida Discussion Club adalah “Corona Virus, From Pandemic to Conspiracy” . Ditengah pandemi Corona yang terjadi secara mengglobal ini, banyak sekali berita maupun fakta bahkan konspirasi yang menjadi bahan perbincangan masyarakat. Hal ini wajar melihat bagaimana pandemi global tersebut begitu berpengaruh terhadap kondisi perekonomian sosial masyarakat.

Terdapat dua pihak pro maupun kontra yang akan membawa Diskusi ke arah euphoria yang lebih meriah. Kelompok pro yang memandang bahwa virus Corona merupakan Pandemik Yang nyata, tanpa ada konspirasi apapun didalamnya. Mereka adalah Fazlurahman Monoarfa, Heriaman Apriandi dan Faqih Roshikul Hudan. Sedangkan pihak yang mendukung adanya konspirasi didalamnya terdiri dari, Fathul Madani, Rahmad Rivaldo dan Khairul Umam. Kemudian untuk panelis yang berperan dalam menengahi diskusi diisi oleh Reyhan Fairuz dan Aslam Ribel.

Didalamnya setiap pihak pun menyampaikan pendapatnya dan pandanganya mulai dari asal muasal virus Covid-19 sampai dengan adanya berbagai kepentingan elit global didalamnya. Bahkan perspektif Islam dalam menanggapi wabah pun juga tidak luput dari topik diskusi. Cangkupan diskusi sendiri meluas sampai kepada alasan Peradaban barat yang bahkan lebih maju dan regulasinya pun dipakai seluruh Dunia.

Musik yang dibawakan oleh Reyhan Fairuz yang juga berperan selaku panelis berhasil menghibur audiensi dan meredam suasana Diskusi yang cukup mencekam. Para peserta sendiri cukup menikmati berjalan diskusi dengan ditemani konsumsi yang disediakan panitia. Diskusi pun berakhir dengan beberapa evaluasi dari Al-Ustadz Syifaurrahman selaku dosen pembimbing. Sekaligus pemberian penghargaan bagi para pemateri.

by ; byan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *