Tausyiah Maghrib Bersama Ustadz Imam Hariyadi, merefleksikan kembali esensi Sholat dalam kehidupan sehari-hari

Ustadz Imam Hariyadi menyampaikan Tausyiah

Tausyiah Maghrib berselang sholat berjamaah merupakan salah satu dari rutinitas yang benar-benar menjadi tradisi kekeluargaan di Universitas Darussalam Gontor. Dimana dosen dan mahasiswa berbincangi hangat mengenai akhlaq dan juga nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Setiap asrama biasanya akan mendapatkan gilirannya untuk melaksanakan Sholat magrib berjamaah. Dimana kemudian dianjutkan dengan Tausyiah dengan Dosen Pembimbing asrama.  Selain Dosen Pembimbing pun, acara ini juga mengudang tamu dari Dosen lainnya yang berdiam di sekitar kampus.

Bertepatan dengan kamis (09/02) maghrib lalu, Usman mendapatkan giliran untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah dan mendengarkan tausyiah maghrib bersama Ustadz Imam Hariyadi. Dalam Tausyiah Maghrib, beliau mengajak Mahasiswa berdiskusi mengenai pentingnya melakukan sholat dengan baik dan benar. Sebagaimana dikutip dari salah satu Hadist Qudsi.

عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّراتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Rasulullaah Shollaahu Alaihi Wassalaam bersabda (Shalat Lima Waktu, Juma’t ke Juma’t,Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa antara semua itu, jika dosa besar dijauhi  (H.R: Muslim)

Ibadah Shalat selalu diawali dengan takbir untuk mengingatkan kembali manusia akan kebesaran dan keagungan Allah. Terutama berselang waktu antara shalat ke shalat, manusia selalu menafikan keberadaan Allah. Mereka memandang bahwasannya seluruh pencapaiannnya hari itu murni dari hasil usahanya. Bahkan tidak jarang muncul ungkapan “kalau bukan karena saya, pekerjaan ini tidak akan selesai” dan memposisikan diri diatas Allah.

Maka dari itulah salah satu alasan manusia diwajibkan untuk melakukan shalat lima waktu untuk kembali merefleksikan diri akan ketiadaan daya dan kemampuan mereka tanpa Allah. Selebihnya agar manusia terhindar dari segala bentuk dosa syirik ashgar, dengan melupakan keberadaan Allah yang mempermudah semua pekerjaannya.

Sementara itu dalam melakukan shalat seorang hamba perlu memahami isi dari kandungan ayat dan bacaan sholat yang mereka lafadzkan. Apabila seseorang tidak memahami apa yang mereka lakukan, maka dia tidak akan melaksanakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Begitupun dengan shalat, banyak Umat Muslim yang belum tahu ataupun sekedar mengerjakan shalat tanpa tahu arti dari bacaannya.

Diakhir kata, Ustadz Imam Hariyadi juga mengingatkan mahasiswa untuk keluar dari zona nyamannya. Sembari melihat bagaimana ragam kemajuan yang dicapai manusia pada masa kini berkat kemampuan mereka untuk keluar dari zona nyaman. Serta mencari banyak inovasi-inovasi baru dari segala kekurangan yang ada.

ditulis oleh: Byan

Foto diambil oleh: Yahya Fadhil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *