Membangun Ilmu Peradaban Islam melalui surah (Ibrahim: 1)

Oleh: Sintya Kartika*

Sejak islam menyebar pertama kali ke seluruh jazirah Arab, Rasulullah Saw telah menyuruh para sahabat untuk mempelajari ilmu terutama baca tulis. Padahal waktu itu menurut riwayat hanya ada sekitar tujuh belas pengikut Rasulullah Saw yang baca tulis. Kepandaian baca tulis waktu itu hanya dimiliki para elit cendekiawan. Tidak lagi menjadi monopoli dan menyebar ke seluruh masyarakat secara besar-besaran.

Dalam dunia Wordview islam, kita mengetahui Ilmu pengetahuan sejatinya merupakan sesuatu yang sangat berharga. Sepenting-penting sesuatu yang dicari dan paling berharga dari pada yang lainnya adalah Ilmu. awalnya ilmu yang berkembang dalam islam adalah ilmu agama. Namun, kemudian wilayah islam mengalami perluasan, terutama ketika sepeninggalan Nabi Muhammad Saw.

Dengan wilayah kekuasaan seluas itu, peradaban islam berkembang dan berinteraksi dengan bangsa, agama dan peradaban islam lain. Kaum muslim bersentuhan dengan kaum Yahudi, Nasrani, Majusi, bangsa Yunani, Romawi, penganut Zoroaster dan lain sebagainya, mereka telah berbeda cara pandang terhadap dunia.

Untuk keperluan dakwah dan berargumen, kaum muslimin pun mempelajari ilmu-ilmu yang berkembang di peradaban tersebut, Mereka menerjemahkan buku-buku untuk dipelajari, diteliti, dibahas, dan dikembangkan. Sebagai contoh, khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur (memerintah 735-775 M) telah mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Persia dan Sansekerta.

Dalam pembangunan sebuah peradaban manusia, ilmu pengetahuan memegang peranan yang sangat penting, maju tidaknya sebuah peradaban manusia, salah satunya di tentukan seberapa majunya “Perkembangan ilmu pengetahuan dan peradabannya.”

Banyak sekali nash-nash di dalam al-Qur’an yang menganjurkan supaya seorang muslim benar-benar memperhatikan ilmu peradaban islam. Dalam surah Ibrahim ayat 1 menjelaskan bahwa Allah telah menurunkan wahyu untuk kita yaitu (Al-Qur’an) supaya menjadi penerang jalan serta mengeluarkan kita dari gelap gulita menjadi cahaya yang terang benderang atas izin Allah.

        الر ۞ كتاب أنزلنه إليك لتخرج الناس من الظلمت إلى النور بإذن ربهم إلى صرط العزيز الحميد ﴿إبراهم:۱

Artinya: “Alif, Lam, ra. (ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (Ibrahim: 1).

Peradaban yang kita alami saat ini ialah Ghazwul fikri (perang pemikiran), sebagian manusia tidak mengalaminya seakan-akan kembali pada zaman jahiliyah.  Peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi panglimanya adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah.

Semua peradaban dunia mengalami hal semacam itu, dalam sejarah umat islam kita mengalami hal serupa. Kita tahu bagaimana peradaban islam bangkit dengan ruh dan akidah kemudian perlahan hancur dengan hawa nafsu, ditambah lagi dengan menyebarnya tindak kemusyrikan, bid’ah dan khufarat yang mewarnai perjalanan akhir sebuah sejarah peradaban.

Tetapi, semua harus di kembalikan akan kesadaran sejarah ilmu peradaban islam untuk bercermin dan bercermin ulang pada perjalanan para pendahulu kita yang telah mampu membangun sebuah ilmu peradaban islam. Kini, generasi peneruslah yang harus membangun dan mengembangkan ilmu peradaban islam dengan tekad yang kuat, tangguh dan niat li’ilai kalimat-illah.

*Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam

Karya khat: Ustadz Muhammad Ja’far Shadiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *