Al-Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi: Peresmian Hagia Sophia sebagai Masjid simbol kemenangan Umat Islam

Dalam beberapa hari terakhir ini, salah satu isu hangat yang menjadi pembicaraan adalah Peresmian Museum Hagia Sophia menjadi Masjid  pada hari Jumat (24/02) 2020. Secara mendalam kembali melihat  sejarahnya bagaimana seorang pemuda belia yang diberi kekuasaan oleh Ayahnya berhasil membebaskan dinasti kekuasaan terbesar masa itu. Terdapat rahasia besar dibalik kesuksesan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam melakukan ekspansi tersebut. Alkisah sang Sulthan ingin mencari siapakah sosok Alim yang bisa menjadi Imam Sholat Jumat pada hari itu. Kemudian satu-persatu jamaahnya ditanyai siapakah yang belum pernah meninggalkan Shalat Fardhu, Sunnah Rawatib dan juga Tahajjud. Bagi yang sudah pernah meninggalkan walapun sekali maka dia dipersilahkan duduk. Sampai pada akhirnya semua terduduk kecuali Sulthan Muhammad Al-Fatih sendiri yang tetap berdiri. Terlihat jelas bahwa sosok Sultan Mehmet II merupakan orang yang beanr-benar Alim dan Sholeh sehingga dapat memenangkan kota Konstatinopel.

Namun pada nyatanya keputusan Presiden Erdogan tersebut banyak mendapatkan kecaman dari peradaban barat seperti Amerika Serikat, Vatikan dan tokoh-tokoh sekuler. Bahkan UNESCO PBB pun memandang fenomena kali ini sebagai bentuk penyelewangan terhadap situs-situs sejarah. padahal tidak ada pengrusakan dan perubahan secara mendalam yang terjadi dengan adanya pengubahan Museum menjadi Masjid tersebut. Mereka pun berdalih bahwasannya apa yang telah dilakukan Erdogan berdampak kepada perubahan nilai serta fungsi historis yang Universal. Pada nyatanya jutsru dengan mengubahnhya kembali menjadi Masjid justru nilai-nilai Universalnya semakin terllihat. Karena bagi siapapun yang ingin berkunjung ke Masjid tidak perlu membayar seperti halnya memasuki Museum.

Banyak Negara barat pun merasa resah dengan peresmian Haghia Sopia kembali menjadi Masjid karena terdapat banyak peninggalan yang berhubungan umat kristiani. di satu sisi apa yang dilakukan oleh turki hari ini sebenarnya sudah dilakukan oleh barat pada masa silam terhadap Masjid-Masjid di Cordoba dengan mendirikan dan membangun Katedral dalam kota tersebut. Akan tetapi tidak ada satu pun protes yang dilayangkan Umat Muslim terhadap apa yang telah dilakukan Umat Krsitiani terhadap kota mereka. Sampai hari ini bisa dilihat bahwa Peresmian Museum Haghia Sopia menjadi Masjid merupakan simboli kemenangan Umat Muslim. Sedangkan Cordoba hari ini merupakan simbol kekalahan Umat Muslim.

oleh: Mohammad Reyhan Abyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *