QUEEN OF LANGUAGE 2020; UNIDA GONTOR PUTRI TINGKATKAN KUALITAS KEMAMPUAN BERBAHASA

Mantingan_Markaz Bahasa ((مركاز اللغة Universitas Darussalam Gontor telah mengadakan kompetisi peningkatan bahasa Mahasiswi UNIDA Gontor dengan acara MISS LANGUANGE. Acara yang bertempatkan di Gedung Utama Lab. Farmasi lantai 4 menjadi akhir pada babak penentuan pemenang.(01/02)

Dalam acara tersebut terdapat babak penyeleksian berlangsung selama 1 minggu. Panitia membagi pada 5 babak yaitu, Babak Q & A (Question and Answer) untuk seluruh civitas akademika Mahasiswi UNIDA Gontor, Babak Essay peyisihan sebanyak 20 Mahasiswi, Babak R & Q (Reading and Question) penyisihan 10 Mahasiswi, Babak Listening penyisihan 5 Mahasiswi dan Babak Penentuan Show Your tellent .

Pada babak terakhir 5 kontestan hadir didepan seluruh Mahasiswi UNIDA Gontor  untuk menunjukkan kemampuan Still-Kull nya, Sekar Safitri PAI/4 salah satu Mahasiswi HMP PAI berkesempatan untuk dapat tampil di atas panggung dengan menunjukkan kemampuan berbahasanya. Dia mempresentasikan bagaimana kegiatan Mahasiswi di UNIDA Gontor.  Hadir dalam acara tersebut Ustdzah Hazrati, Ustadzah Lita, Ustazah Uci Hasanah sebagai dewan juri pada kompetisi tersebut.

اللغة تاج المعهد Semboyan yang telah melekat dalam urat nadi Mahasiswi UNIDA Gontor. Menjadikan Universitas sebagai Worldclass University merupakan suatu hal yang tak mudah untuk meraih harapan serta impian tersebut. Membentuk miliu setaraf internasional dimulai dengan diri sendiri kemauan dan keinginan yang tinggi.

Miss Languange merupakan acara tahunan Universitas Darussalam Gontor putri sebagai acuan kompetisi bergengsi bertaraf internasional. Selain dapat menguasai 2 mahkota pondok yaitu bahasa Arab dan Inggris tetapi dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“I’m Not Giving Up, But I’m Just Starting Over” ungkap Sekar Safitri, kepada Mahasiswi UNIDA Gontor dalam pesan singkat sambutan terakhir sebagai pemenang Juara 3 Miss Language 2020.

Queen of Language 2020 Universitas Darussalam Gontor putri, menobatkan mahasiswi Program studi Ilmu Qur’an dan Tafsir/2 yang bernama Nisa Dzulfaedah setelah mempresentasikan strateginya untuk menjadikan mahasiswi UNIDA dapat berbahasa Arab dan Inggris dengan lancar.

Mahasiswa yang produktif adalah yang mana dia dapat menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik selain multi-talenta selama dia mau berkembang dan mengembangkan untuk sekitarnya, dia dapat membawa perubahan terhadap yang lain. Acara positif seperti ini tentu mengembangkan semangat bagi yang lainnya.

Akhir penentuan, 5 Mahasiswi tersebut adalah perwakililan dari bermacam –macam prodi seperti, IQT, PAI, HI, PM, HI “Tidak dilihat dari mana prodinya, tapi dilihat bagaimana kemampuan diri dalam berprestasi dan berinovasi lebih dari yang lain” ujar Sabrina Maharani, selaku ketua acara.

Editor: Sintya Kartika

Penulis: Sabrina Maharani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *