Seminar Hari Gizi Nasional bersama AL-GHIZA UNIDA

Kampus Putri_ Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Gizi, Universitas Darussalam Gontor putri telah melaksanakan Seminar Nasional sebagai peringatan Hari Gizi Nasional dengan mengusung tema “Mewujudkan Gizi Seimbang Untuk Mencegah Penyakit Ganda”. Sabtu, (25/01)

Seminar dilaksanakan di Gedung Utama Fakultas Kesehatan lantai 3, dengan menghadirkan pakar Gizi Nasional yaitu Ustadzah Kartika Fibriyanti Sk.M. M.Gizi serta dihadiri oleh peserta seminar sebanyak 50 orang dan seluruh Mahasiswi Prodi Gizi. Pada kesempatan ini beliau menjelaskan bagaimana keadaan gizi di Indonesia. Beberapa faktor mengenai permasalahan tersebut kurangnya toleransi akan keadaan gizi pada setiap SDM (Sumber daya manusia).

“Dampak Gizi dan kesehatan terhadap kualitas manusia. Tumbuh kembangnya otak tidak optimal, gizi kurang. Menjadi problematika dalam kehidupan gizi masyarakat.” Ungkap Ustdzah Tika, dalam penjelasannya.

Gizi Ganda adalah kejadian Gizi kurang dan Gizi lebih. Indonesia merupakan salah satu Negara yang bergizi ganda. Jenis Triple Burden, Indonesia juga menduduki peringkat ke 5 dengan jumlah tertinggi mengalami stuning yang memerlukan perhatian khusus.

“Obesitas berdampak pada manusia seperti, Penyakit, Kelainan. Maka pemilihan dan pengaturan dan pola makan yang di atur dalam Al-Qur’an harus di lakukan supaya mendapat manfaat cara hidup sehat.” Ujar Ustadzah Mardhatillah, selaku ketua panitia.

Sepuluh pesan Gizi seimbang yaitu, Mengkonsumsi makanan pokok, Oktifitas fisik, Cuci tangan dengan benar, Banyak mengkonsumsi buah dan sayur, Minum air yang cukup, Banyak membaca label makanan yang benar, Sarapan pagi, Syukuri makanan yang ada.

Rasulullah SAW. Bersabda, “Tidaklah keturunan Adam memenuhi sebuah wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka hendaklah sepertiga bagian perutnya untuk makanan, sepertiga bagian lainnya untuk minuman dan sepertiga sisanya untuk bernafas.” (H.R At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *