FNL lebih bermakna bersama Ustadz M. Faqih Nidzom

Kampus Putri_Markaz Islamisasi, Universitas Darussalam Gontor telah mengadakan seminar islami untuk menggantikan FNL (Friday Night Lecture) dengan mengusung tema ‘’Tradisi Keilmuan dalam Islam.’’ Acara di laksanakan di Gedung Utama Lab. ILKES (Ilmu Kesehatan) lantai 3. Hadir pada acara tersebut yaitu Ketua Markaz UNIDA Gontor Al-Ustadz Hifni, Pascasarjana serta seluruh civitas akademika UNIDA Gontor putri. (24/01)

Ketua Markaz UNIDA Gontor AL-Ustadz Hifni menyampaikan beberapa sambutan diantaranya yaitu pengenalan sejarah keilmuan islam, tokoh-tokoh pada keilmuan muslim dan perkembangan ilmu pada zaman sekarang.

‘’Pengetahuan telah lahir sejak dahulu sebelum islam datang. Kemudian, dari perkembangan zaman ke zaman banyak diantaranya ilmuan muslim menciptakan berbagai pengetahuan baru seperti bidang kesehatan, kedokteran, perbintangan’’ ungkap Ustadz Hifni.

Pada seminar ini FNL (Friday Night Lecture) akan disampaikan oleh narasumber pakar Islamisasi UNIDA Gontor Al-Ustadz Faqih Nizhom. Beliau adalah Dosen Usuluddin program studi Akidah dan Filsafat (AFI). Beliau merupakan salah satu pakar Islamisasi UNIDA Gontor dan telah mengkaji banyak buku filsafat salah satunya berjudul Orientalis dan Diabolisme pemikiran oleh Dr. Syamsuddin Arif.

Dalam Islam, ilmu dan ulama memiliki kedudukan penting, terutama kaitannya dengan tegaknya sebuah peradaban. Diataranya narasinya ketika para ilmuan penjelaskan tentang keyjayaan ilmu dalam islam. Berikutnya contoh faktor yang telah memungkinkan dan mendorong kemajuan ilmu dan sains di dunia islam pada saat itu ada lima.

Pertama, berkat kesungguhan dalam mengimani mempraktekkan ajaran islam. Kedua, adanya motivasi agama. Ketiga, faktor social politik, keempat, ekonomi dan Kelima, dukungan dan perlindungan penguasa.

“Perlu diperhatikan mengkaji konsep ilmu islam harus meliputi, Objek Ilmu, Sumber Ilmu, Metode Ilmiah, Nilai Guna, Klasifikasi Ilmu.” Ujar Ustadz Faqih Nizhom.

Semua ilmu pengetahuan pada dasarnya bergantung pada sumber Al-Qur’an dan Hadist. Mamifestasi pedoman Qurani tersebut adalah terciptanya masyarakat ilmu (knowledge society) dan budaya ilmu (knowledge culture) yang keduanya merupakan pilar utama setiap peradaban.

“Peradaban Islam itu bermula dari kegiatan tafaqquh terhadap wahyu yang kemudian berkembang menajadi tradisi intelektual yang melahirkan berbagi disiplin ilmu pengetahuan dalam islam dna akhirnya menjadi peradaban yang kokoh.”-Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *