CSS: UNIDA Gontor mengadakan Seminar Kerohanian

UNIDA Gontor_ Markas Center for Sirah Studies (CSS) Universitas Darusslam Gontor putri telah mengadakan seminar kerohanian bersama Ustadz Asep Sobari. Seminar yang bertemakan “Izinkan Aku Memandangimu, Wahai Rasul” menjadi salah satu topik menarik dalam memperdalam kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW. (05/01/20)

Acara yang bertempatkan di Gedung Pascasarjana lantai 3 yang dihadiri oleh 250 Mahasiswi. Seminar tersebut diadakan oleh markas Sirah Nabawiyah UNIDA Gontor. Berlangsungnya acara Ustadz Asep sebagai pemateri pada seminar tersebut menjelaskan “Jika ingin mengenal lebih luas dalam meneladani Rasulullah SAW, maka kita harus banyak membaca sejarah beliau dan melaksanakan sunnah-sunnahnya.”

https://dema.unida.gontor.ac.id/2019/12/14/mengenalkan-mahasiswi-unida-gontor-akan-makna-photo-yang-bercerita/

Nabi Muhammad SAW tidak pernah membanding-bandingkan dirinya terhadap para sahabat. Sewaktu ketika ada perkumpulan antara beliau dengan sahabatnya, beliau tidak pernah menampakkan jikalau beliau adalah seorang pemimpin.

Baginda Muhammad SAW pernah berdoa untuk para sahabatnya “Ya Allah itu sahabatku mereka kelaparan, maka kenyangkanlah perut mereka. Ya Allah itu sahabatku mereka tidak cukup berpakaian, maka cukupkanlah pakaian mereka.” Sungguh kasih sayang yang mulia untuk para sahabatnya, tetapi pada kenyataannya beliau merasakan kelaparan dan ketidakcukupan dalam hal tersebut.

Pada hari akhir akan di kumpulkannya semua ummat dari masa kemasa bagi para nabi. Itu semua bertandakan bahwa Nabi Muhammad rindu kepada Ummat yang dicintainya, untuk diberikan syafaat dan berkumpul dalam satu naungan Rahmatan Lill’alamin. Dalam riwayat mengatakan “Yang membedakan antara ummat Nabi Muhammad SAW dengan ummat yang lainnya ialah Bekas Wudhu.”

والذي نفس محمد في يده ليأتين على أحدكم يوم ولا يراني ثم لأت يراني أحب إ له من أهله وماله معهم.

   “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, akan tiba pada seorang di antara kalian suatu masa ketika dia tidak lagi melihatku, ketika itu kerinduannya untuk melihatmu lebih berharga baginya ketimbang keluarga dan harta yang dimilikinya.”

Selanjutnya Ustadz Asep memberi kesimpulan bahwa kecintaan dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya sungguh sangat besar, hingga ajal menjemput pun beliau masih mengingat-ingat kita “Ummati… Ummati..Ummati..”. dengan ini kita sebagai ummat yang dirindukan Nabi, maka kita harus meneladani sikap, perilaku, akhlak serta kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *