Aset Terbesar Bangsa INDONESIA adalah Generasi Muda Penerus dalam Literasi Islami

UNIDA Gontor_Kamis pagi 09/01/20, Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri telah mengadakan acara bedah buku “GHAZI” bersama Ustadz Sayf Muhammad Isa. Acara ini diadakan oleh Library Staff UNIDA Gontor putri yang bertemakan “Tantangan Generasi Millenial dalam Membangaun Kemampuan Membaca dan Menulis Generasi Gadget di era Millenial”.

Bedah Buku ini merupakan kesekian kalinya beliau mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor. Tidak heran, beliau beranggapan dengan keadaan dan suasana yang damai tercipta indah dalam dunia pesantren tersebut. Acara ini dihadiri oleh peserta akademika UNIDA Gontor.

Selain itu, acara bedah buku ini menjadi menarik dengan pelatihan serta pengalaman yang beliau sampaikan kepada Mahasiswi dalam dunia tulis menulis. Dekan Kulliyatul Banat Al-Ustadz Nur Hadi menyampaikan beberapa nasehat kepada mahasiswinya akan sebuah jati diri seorang Mahasiswi dalam dunia perkuliahan.

https://dema.unida.gontor.ac.id/2020/01/08/orientasi-perdana-kkn-2020-unida-gontor-putri/

“Dinamika kehidupan menjadi pilihan dengan adanya keyakinan dan percaya diri, karena dunia mahasiswa merupakan dunia keterampilan, kecakapan, minat bakat Mahasiswa. Dengan menjadikan kebiasaan Membaca sebagai Nafas, Menulis sebagai Nyawa dan Diskusi sebagai Uratnya Mahasiswa.”

Dalam penyampaian tersebut, Narasumber lebih percaya diri dalam menyampaikan materi di depan Mahasiswi UNIDA Gontor. Ustadz Isa telah menghasilkan karya yang banyak salah satu yang menarik dari karya tersebut ialah The Chronicles Of Ghazi

Buku tersebut menjadi motivasi terbesar dan perjuangan beliau dalam menulis. ‘’Tidak akan bisa menulis tanpa di landasi dari membaca’’ ujar ustadz Isa.

Berikut adalah tips Ustadz Isa pada dunia tulis menulis. Yang pertama adalah Semangat bercita-cita. Ada banyak hal yang dapat menumbuhkan semangat tersebut. Kedua adalah Niat dan keinginan dalam Menulis, ketika pada fase tersebut alangkah baiknya kita niatkan hati kita untuk menggeluti dunia literasi ini. Yang ketiga adalah minta koreksian kepada teman yang suka dalam bidang tersebut.

“Membacalah jika kamu ingin mengenal DUNIA, Menulislah jika kamu ingin dikenang DUNIA.” Unggap Ustadzah Meylita Wardani, peserta Seminar.

Akhir pada acara bedah buku tersebut, Ustadz Isa memberikan kuis berhadiah bagi 3 mahasiswi, diantaranya beliau menanyakan beberapa tokoh pejuang islam dalam buku GHAZI.

Dengan mengikuti Bedah Buku serta seminar pagi itu, mahasiswi UNIDA Gontor putri dapat menambah pengetahuan dan pengalaman literasi yang luas. Karena Bangsa Indonesia akan berkembang dan maju dengan Generasi pemuda-pemudinya dengan menekuni dunia literasi islami. Sebab, banyak literasi di era digital lahir dari literasi barat.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *