Mengenalkan Mahasiswi UNIDA Gontor akan makna “Photo Yang bercerita”

Mantingan_ Universitas Darusslaam Gontor putri telah mengadakan Workshop Multimedia dan jurnalistik. Acara ini diadakan oleh DEMA (Dewan Mahasiswa) UNIDA putri yang diselenggarakan di aula Aisyah lantai 2. Workshop ini merupakan kegiatan untuk UKM Jurnalistik dan Multimedia, agar menjadi pembelajaran dan pengetahuan ilmu baru bagi UKM tersebut.

Workshop Multimedia dan Jurnalistik bukan pertama kalinya mengadakan acara seperti ini, hanya saja narasumber diminta langsung oleh Dekan Kulliyatul banat Al Ustadz Nur Hadi Ihsan, MIRKH untuk melatih Mahasiswi UNIDA putri terutama bag. Publikasi dan Fotography DEMA. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dihadiri oleh ketua DEMA dan bagian publikasi DEMA. (14/12)

Workshop yang bertemakan ‘’Photo Yang Bercerita’’ ini menjadi pertanyaan besar dari setiap mahasiswi yang mengikuti workshop tersebut. Apabila hanya mengambil gambar saja, lebih mudah. Tetapi ketika mengetahui photo itu punya cerita. Tema ini menjadi topik hangat yang dapat menjadi bahan diskusi ringan dalam kajian mingguan UKM Multimedia dan Jurnalistik.

Al-Ustadz Komara selaku narasumber dalam workshop tersebut adalah salah satu alumni PMDG 1994. Beliau salah satu ketua IKPM Tanggerang. Sebelum itu, beliau adalah salah satu tim redaksi dari Majalah Gontor. Pengalaman beliau lebih banyak dalam dunia Multimedia serta dalam bidang tulis menulis.  

“Sebelum mengambil sebuah photo hars memiliki pengetahuan yang cukup. Maka, akan menghasilkan photo yang baik pula. Terkecuali, sesuai dengan tujuan photo tersebut yang bisa bercerita. 1 Syarat menjadikan photo menarik ialah Humanitas Objek hidupnya.” Ungkap Ustadz Komara, dalam materinya

Banyak photographer internasional itu tidak hanya asal mengambil moment penting tapi dibalik itu semua ia memiliki karakteristik yaitu cerita. Photo yang berkualitas harus dapat menyampaikan pesan (Photo Jurnalistik). Menghasilkan sebuah photo harus memperhatikan kepentingan orang lain dan emosi yang stabil. Ketika kamera dimainkan maka disanalah cerita bermula dengan hasil (one shoot ).

Berikut langkah-langkah dalam pengambilan gambar yang bercerita; Membaca keadaan dan situasi sangatlah penting untuk kita mempersiapkan tampilan apa yang akan kita hasilkan. Kemudian tulis photo seperti apa yang kita inginkan, menghapal itu lebih mutlak jika kita mengerti keadaan, serta niatkan dalam hati Photo seperti apa yang kita hasilkan dan bagaimana kita dapat mengubah dunia dengan cerita.   

“bagaimana kita mengetahui photo yang bersifat profesional seperti, yang sering di gunakan para grafer internasional di luar ?” unggkap beliau.

Jawabannya adalah jika ada kata-kata profesional, kalimat ini akan kembali ke materi. Maka, semua itu bersifat nominal dan semua hanya kehendak Allah SWT yang Maha Mengatur.

“bersyukur mendapat ilmu baru dalam workshop singkat ini, semoga media – media informasi UNIDA Gontor dapat berkembang lebih maju dan berkualitas baik”. Ujar Ustadzh Addaratul Fakhirah, peserta workshop.

Walaupun sebentar waktu yang tak lama pun berkahir begitu saja. Dengan harapan peran mahasiswi dalam berkontribusi di era Digital. Mampu menjadi tantangan besar bagi generasi kita. Maka, waktunya tunjukan aksi dan kemampuan dalam meraih kemajuan SDG’s di tahun 2030.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *