Sukseskan Sensus Penduduk 2020, BPS Ngawi Adakan “go to campus” UNIDA Gontor Putri

UNIDA Gontor_ Indonesia menempati urutan ke 4 sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbanyak setelah cina, india, dan USA. Dengan jumlah penduduk sekitar 260.580.739 jiwa. Oleh karena itu, ketepatan dan kerapian data kependudukan sangat penting dalam administrasi Negara. Untuk mewujudkan hal tersebut, di bentuklah pendataan kependudukan.

Melalui satu jalur utama untuk mensukseskan acara tersebut, Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi mengadakan Sosialisasi Sensus Penduduk (SSP) 2020 di UNIDA Gontor putri. (2/12)

Fakultas Ilmu Kesehatan beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan dna juga Mahasiswi Fakultas Ilmu kesehatan semester 2, 4 dan 6. Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan tata cara dari semua hal yang menyangkut tentang sensus penduduk 2020 kepada masyarakat.

Dengan berlandaskan UU No. 26 thn 1997 dan keputusan PBB bahwa setiap Negara wajib melakukan sensus penduduk, maka BPS sebagai badan yang menangani statistik dasar menrencanakan program sensus penduduk pada tahun 2020. Sensus penduduk merupakan sensue terbesar yang dilaksanakan badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendata seluruh penduduk Indonesia setiap 10 tahun sekali.

Ketua BPS Kabupaten Ngawi, bapak Kuncoro memaparkan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan sensus penduduk dan Rancangan Sensus Penduduk 2020. Dimana sensus penduduk 2020 menggunakan metode kombinasi (Combined Method) yang mencangkup 3 cara yaitu, CAWI (Computer Asisten WEB Interviewing), CAPI (Computer Asisten Personal Interviewing) dan PAPI (Pencil and Paper Interviewing). Pemaparan materi dilanjutkan oleh bapak Didik selaku perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DIKCAPIL) Kabupaten Ngawi yang memaparkan etntang data-data kependudukan.

“Saya berharap Mahasiswi UNIDA Gontor kampus Putri dapat membantu mensukseskan sensus penduduk 2020 dengan mensosialisasikan dan menyebarluaskan informasi kepada teman-teman, serta masyarakat luas, karena ini tugas yang tidak bisa hanya dilakukan oleh satu orang saja tetapi harus bekerja sama untuk mensukseskan rencana tersebut.” Ungkap bapak Kuncoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *