Kembali Pulang, kepangkuan Ibu Kandung Tercinta

Mantigan_ Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor kampus putri telah kembali ke Kampus tercinta setelah liburan yang bertepatan pada tanggal 15 Oktober- 19 November 2019. Liburan semester gasal merupakan liburan yang ditunggu- tunggu oleh mahasiswi UNIDA setelah satu minggu terlaksananya UAS (UJIAN AKHIR SEKOLAH). Setelah melalui berbagai persyaratan sebagaimana kepanitian yang mengaturnya, mahasiswi UNIDA akhirnya dapat melaksanakan liburan dengan baik.

Panitia perpulangan awal semester pun sudah hadir untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Adapun untuk menjaga ketertiban pengambilan kartu perpulangan ada juga yang bertugas untuk menjaga pendaftaran ulang. Semua panitia serentak untuk menjalankan amanah.

“Sekitar 500 Mahasiswi yang berlibur, tetapi ada beberapa mahasiswi yang mukim untuk menyelesaikan Skripsi akhir dan merelakan waktu liburannya bersama teman dan sanak keluarga.”ujar Ustadzah Fatimah Az-Zahra, mahasiswi semester 7. (20/11)

Walaupun begitu semangat akan mengakhiri skripsi akhir tidak menjadi masalah bagi mahasiswi semester 7 yang tidak menggunakan waktu liburan untuk berlibur.

panitia yang bertugas untuk pengambilan kartu izin

Pada kedatangan seluruh mahasiswi UNIDA Gontor yang berlibur batas waktu yang ditentukan yaitu pukul 00.00 WIB. seluruh mahasiswi wajib datang di kampus tersebut. Paginya akan di adakan upacara pembukaan untuk seluruh mahasiswi UNIDA Gontor putri. Begitupula, barang siapa yang telat akan diberi sanksi oleh direktorat pengasuhan putri.

“Kedisiplinan inilah yang menjadi pendidikan di UNIDA Gontor putri. Dari sini dilihat bagaimana mahasiswi berdisiplin waktu guna menaati semua peraturan pondok.” Unggkap Ustdzah Tantri Ayu, selaku direktorat pengasuhan putri.

Kedisiplinan tidak asing lagi bagi mahasiswi UNIDA Gontor dan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor putri. Sebagaimana kyai Hasan Abdullah Sahal mengatakan “Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam perjuangan hidup.”

Kedisiplinan waktu inilah dapat diambil pelajaran sebagaimana Hasan Al-Banna mengatakan “Al-Waqtu huwa al-hayat”, waktu adalah kehidupan, maka orang yang menyia-nyiakan waktunya, berarti telah menyia-nyiakan kehidupannya.

(Sintya Kartika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *