Scholarship Seminary With Ustadz Agus Yasin, M.Pd.I and Ustadz Wildi Adila, M.A

Kampus Putri_ Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri telah mengadakan Seminar Bahasa tentang Beasiswa.  Acara ini didakan oleh Markaz Bahasa UNIDA Gontor Putri. Pagi itu, Sabtu 05/10/2019 tepat pukul 10.00 WIB acara dimulai yang bertempatkan di Gedung Pacasarjana lantai 3.

Panitia acara tersebut telah mempersiapkan dengan jauh-jauh hari. Seminar beasiswa dengan narasumber Al-Ustadz Agus Yasin, M.Pd.I (Dosen TArbiyah) dan Al-Ustdz Wildi Adilan, M.A (Dosen HI). Beliau berdua merupakan alumni Gontor yang mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negri. Ustdz Agus Yasin mendapatkan beasiswa ke Universitas Sudan. dan Ustadz Wildi Adila mendapatkan beasiswa LPDP Universitas SOAS, London.

Acara Seminar Beasiswa ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi Mahasiswi UNIDA Gontor putri. Betapa pentingnya jika kita mendapatkan beasiswa dalam jenjang di perguruan tinggi. Dari pengalaman yang telah didapatkan narasumber, beliau memberikan peluang bagi yang ingin melanjutkan S2 dan S3 di luar negeri dengan berbagai jenis beasiswa seperti, Dikti, LPDP,Studned, Eramus, Chevening, dan Fullbright. Semua beasiswa inilah yang akan membantu kita untuk melanjutkan studi S2 dan S3.

“Pentingya menggunakan bahasa dapat menunjang kemampuan kita hingga  international. Adanya fasilitas dan akses internet harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga hail menjadi amal jariah bagi kita.” Ujar Ustdz Agus Yasin dalam pemaparannya. Acara yang dihadiri oleh peserta beasiswa Mahasisiwa UNIDA Gontor putri, tidak menjadi halangan ketika narasumber menyampaikan presentasi dengan 2 bahasa resmi Gontor yaitu bahasa Arab dan Inggris.

Kita mengetahui bahwasanya pendidikan di Gontor ini sudah cukup baik bagi kita untuk melanjutkan studi ke luar negri. Dengan bekal percaya diri dan kemauan yang tinggi maka, tercapailah impian tersebut. Ustdz Wildi menyampaikan bahwasanya : “ Apabila Mahasiswa/I memiliki IPK yang tinggi tetapi tidak punya kemampuan dalam berbahasa yang baik. Maka, akan rugi hasilnya. Tetapi jika Mahasiswa/I memiliki IPK yang biasa saja tetapi pandai dengan kemampuan berbahasa yang baik. Maka, ia mungkin bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Ibarat orang yang pandai akan kalah dengan orang yang rajin.” Ujar dalam Penjelasannya. 

(Sintya Kartika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *