UNIDA Gontor Kampus Putri Peringati Sejarah Kelam Indonesia G30S/PKI

Kampus Putri_ 30/09/19, Senin Pagi seluruh jam perkuliahan Mahasiswi UNIDA putri diganti dengan memperingati peristiwa bersejarah G30S/PKI yang bertempat di aula gedung Farmasi lantai 3.

Seluruh Mahasiswi mengikuti peringatan tersebut. Tidak hanya mahasiswi yang memperingatinya tetapi ada beberapa dosen Mantingan yang turut menghadiri acara tersebut. Acara yang dihadiri oleh Dekan Pengasuh UNIDA Gontor Kampus Putri al-Ustadz KH. Nur Hadi Ihsan, MIRKH.

Sebagai catatan, bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi salah satu sasaran pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948. Bagunan pesantren hingga buku-buku dibakar PKI bahkan, Santri dan Kyai Gontor menjadi incaran PKI.

Bagunan pendopo dan masjid pustaka yang berada di kompleks PM Darussalam Gontor menjadi saksi bisu. PKI mengintimidasi santri-santri dengan ancaman bergabung atau nyawa melayang.

Ratusan santri kyia dan tokoh masyarakat di madiun, magetan, hingga ponorogo menjadi korban. Beruntung kabar kedatangan partai komunis Indonesia ke Pondok Gontor bocor, kala itu sehingga bisa diantisipasi dengan sigap.

Di Takeran kyai Takeran dan santri-santrinya juga menjadi tujuan pembunuhan ini. Ada sekitar 60 orang yang menjadi korban namun setelah digali di sebuah sumur ternyata 168 korbannya, karena kekejaman PKI seluruh buku-buku tersebut dibakar sekaligus Al-Qur’an yang berada di tempat tersebut.

Kegiatan tahunan ini menjadi rutinitas pondok untuk memperingati sejarah Indonesia. “ Jangan menjadi generasi yang menghandalkan kata. JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), karena kita akan tenggelam kedalamnya. Maka perlu acara rutinitas tersebut di lestarikan guna mengenang jasa pahlawan.

UNIDA Gontor Kampus Putri mendukung penuh atas pemutaran film G30S/PKI tersebut. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al-Ustdz Nur Hadi Ihsan, “Gontor sebagai lembaga dakwah, pusat peradaban islam menjadi tempat bersejarah yang pernah dijajah oleh PKI.” Pesan akhir beliau.

Sebagai penutup tercatat bahwa sejarah kelam di akhir September 1965 menjadi titik balik Partai Komunis Indonesia setelah peritiwa tersebut, PKI dilarang dan dihapuskan dari bumi Indonesia tercinta.

(SINTYA KARTIKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *