Sadiq Khan : Walikota Muslim London Yang Menginspirasi

Di tengah maraknya Islamophobia di Eropa, khususnya Inggris, untuk pertama kalinya London yang sebagai salah satu trademark city dunia memiliki seorang walikota beragama Islam. Khan sendiri merupakan politisi Partai Buruh. Dirinya terpilih dan resmi terpilih sebagai wali kota London pada Sabtu, 19 september 2016.

Kakek dan neneknya berimigrasi dari India ke Pakistan, lalu orangtuanya hijrah dari Pakistan ke London. Khan lahir St. George Hospital di Tooting, London, 8 Oktober 1970, sebagai anak kelima dari delapan bersaudara. Ayahnya, Amanullah, bekerja sebagai sopir bus selama dua tahun. Sementara ibunya, Sehrun, bekerja sebagai penjahit untuk menghidupi Khan serta tujuh orang saudaranya. Saat ini Khan telah memiliki dua orang putri bernama Anisah dan Ammarah, buah pernikahannya dengan Saadiyah Ahmed yang juga seorang pengacara.

Walaupun seorang Muslim, Khan menegaskan tidak akan mengistimewakan komunitas Muslim di London. Sebagai walikota, Khan berjanji akan melayani seluruh warga Londoners. “Saya ingin setiap warga London mendapatkan kesempatan yang diberikan kota ini kepada saya dan keluarga saya. Kesempatan tidak hanya untuk bertahan hidup, tapi untuk berkembang,” kata Khan dalam pidatonya usai pengambilan sumpah jabatan di Katedral Southwark, London.

Sidiq Khan, Berpidato setelah sumpah jabatan di Katedral southwark, LONDON

Walaupun Khan adalah walikota pilihan rakyatnya, masih ada huru-hara yang menyerukan ketidak setujuannya dirinya menjadi walikota London. Alasannya, Shadiq Khan adalah seorang muslim dan keturunan imigran dari Pakistan. Donald Trump salah satunya. Trump tidak segan merendahkan walikota London ini secara gamblang di status Twitter resminya @realDonaldTrump.

“London butuh seorang wali kota baru sesegera mungkin. Khan adalah sebuah bencana – hanya akan menjadi lebih buruk!” Ujar Trump. Dilansir AFP, serangan ini dia lancarkah sehari setelah dia menyebut Khan sebagai “pecundang sejati” atau “stone cold loser” dalam bahasa Inggris. Dalam twitter Trump yang sangat jelas menginkan pergantian walikota London yang baru, lebih tepatnya mengomentari kriminalitas yang ada di London, tiga pria yang terbunuh 24 ja

“Saya akan jelaskan, saya bukan pemimpin atau juru bicara Muslim. Saya wali kota London, dan saya berbicara untuk semua warga London,” ujar pria 45 tahun ini kepada wartawan. Khan, yang merupakan putra seorang imigran Pakistan, menambahkan, meski demikian, pemilihan wali kota membuktikan bahwa ternyata sangat mungkin seorang Muslim sekaligus menjadi warga sebuah negara Barat. “Menjadi Muslim sekaligus warga (negara) Barat sangat memungkinkan. Nilai-nilai Islam dan Barat memiliki banyak kesesuaian,” tambah politisi partai buruh ini. (Sintya Kartika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *