“Tahfizul Qur’an Menjadi Syarat UAS”

Kampus Putra – Di setiap perguruan tinggi di indonesia mempunyai peraturan dan ketetapan masing-masing yang telah di tentukan, salah satunya adalah Universitas Darussalam Gontor. Sebagai universitas yang berbasis pesantren, Darussalam Gontor tidak hanya menerapkan aturan-aturan yang berbasis islami tetapi juga mewajibkan kepada seluruh mahasiswanya untuk ikut dalam program Tahfizul Qur’an.

Program Tahfizul Qur’an ini bersifat wajib untuk seluruh mahasiswa, tidak hanya sampai disitu, akan tetapi program Tahfizul Qur’an ini juga menjadi salah satu syarat dari bisa atau tidak nya mahasiswa untuk mengikuti ujian akhir semester (UAS) karna pada dasar nya Universitas Darussalam Gontor memang bertujuan untuk menanamkan nilia-nilai olah zikir yaitu salah satunya adalah dengan mengadakan program Tahfizul Qur’an ini.

Dalam pelaksanaan nya setiap mahasiswa di berikan buku untuk sarana membantu dalam mendata setiap kali hafalan, dan ada beberapa pembimbing di setiap kelompok yang telah di bagikan untuk mendampingi dan menyimak setiap kali mahasiswa ingin menyetorkan hafalannya. Dan setiap mahasiswa biasanya di berikan waktu untuk menghafal selama satu minggu dan meyetorkan nya setiap hari minggu sore setelah solat magrib.

Tentu sebuah program tidak selalu berjalan dengan baik, pasti mempunyai  kendala yang selalu hadir, dalam konteks ini masalah sering muncul terutama pada mahasiswanya sendiri, “terkadang saya tidak fokus ketika menghafalkan hafalan Qur’an saya, yang sedang saya hafalkan ke muhafiz. karna keadaan tempat yang terbuka membuat semua suara masuk dan bisa mengganggu saya ketika hafalan ke muhafiz” ujar Muhammad Amin mahasiswa semester 1 prodi Teknik Industri Pertanian.

Namun, di balik semua kendala yang ada karna besarnya rasa kesungguhan dari mahasiswa itu sendiri bisa mengalahkan semua kendalaan yang ada. Karena di Universitas Darussalam Gontor memang selalu di tanamkan rasa kesungguhan dalam melakukan apapun kepada mahasiswa nya, dan memang program tahfizul qur’an ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang nantinya bisa menjadi kader pemimpin ummat. (asg/pers)

Penulis : Esa F.K Wibowo

One Reply on ““Tahfizul Qur’an Menjadi Syarat UAS””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *